UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) KEPEMIMPINAN PEMERINTAHAN
Universitas Muhammadiyah Malang
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
NAMA : Aisyah Firanti Setyaningrum
NIM : 202010050311079
(ILMU PEMERINTAHAN B)
TEMA : Krisis Kesehatan Publik
KRISIS KESEHATAN DAERAH JAWA TENGAH
A.
Gambaran
Umum Lokasi dan Fokus Isu di Jawa Tengah
Sejak tahun lalu,tepatnya pada
bulan Maret 2020 Indonesia telah diserang oleh Pandemi Corona Virus Disease
2019 atau yang kerap kita sebut dengan Covid-19. Pandemi ini sangatlah
berdampak terhadap segala aspek kehidupan yang ada, terutama berdampak besar
kepada aspek kesehatan. Semua daerah yang ada di Indonesia berupaya dengan
keras dan berharap segera terbebas dari pandemi ini serta bersih dari segala
wabah. Pemerintah juga telah giat menjalankan berbagai kebijakan, namun
nyatanya hal yang di harapkan masih sulit untuk terpenuhi. Sebenarnya cara pencegahan
penularan virus covid-19 sendiri adalah seperti sering cuci tangan dan menutup
mulut serta hidung saat batuk dan bersin. Langkah pencegahan lain adalah
membiasakan jaga jarak dengan anggota masyarakat lain minimal dengan jarak satu
meter (Widiyani,2020). Namun jumlah kasus positif covid-19 terus mengalami
lonjakan hingga awal Juli 2021 ini. Kita ambil saja contohnya dari lonjakan
kasus peningkatan covid-19 yang meningkat pesat di Provinsi Jawa Tengah.
Provinsi
Jawa Tengah merupakan salah satu Provinsi yang ada di Indonesia. Tepatnya
berada di tengah pulau Jawa. Ibu kota Provinsi Jawa Tengah adalah kota
Semarang. Provinsi Jawa Tengah saat ini sedang mengalami lonjakan kasus
peningkatan positif covid-19 yang sangat tinggi. Sehingga saat ini Provinsi
Jawa Tengah telah menjadi salah satu daerah dengan kematian pasien covid-19
tertinggi di Indonesia. Awalnya terdapat 3 daerah yang berstatus zona merah
atau daerah yang memiliki resiko tinggi penularan covid-19, yakni Kabupaten
Brebes,Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Sragen. Namun sekarang sudah meningkat
mencapai 20 daerah yang berstatus zona merah, diantaranya adalah :
1.
Banjarnegara 11.
Pekalongan
2.
Karanganyar 12.
Brebes
3.
Kudus 13.
Purworejo
4.
Batang 14.
Sragen
5.
Kebumen 15.
Semarang
6.
Sukoharjo 16.
Klaten
7.
Temanggung 17.
Kota Semarang
8.
Tegal 18.
Kota Salatiga
9.
Pati 19.
Kota Pekalongan
10. Kendal 20.
Kota Tegal
Pada tanggal 9 Juli 2021
terdapat data yang sudah terkonfirmasi dirawat sebanyak 39.094 pasien, sembuh
sebanyak 236.188 orang, dan meninggal sebanyak 18.005 orang (sumber : corona.jatengprov.go.id). Sebenarnya
kasus peningkatan covid-19 ini sudah pernah terjadi sebelumnya, namun karena
adanya sebaran virus covid-19 dari Kudus dengan varian delta yang pertama kali
ditemukan di India membuat Gubernur Jawa Tengah, Bapak Ganjar Pranowo menjadi
cukup panik dalam menyikapi peningkatan kasus kali ini.
Akibat dari banyaknya daerah
berstatus zona merah membuat Provinsi Jawa Tengah mengalami krisis tenaga
kesehatan dan alat medis. Saat ini di Provinsi Jawa Tengah juga mengalami
krisis oksigen, yang pada dasarnya hal ini merupakan sesuatu yang amat sangat
dibutuhkan.
B.
Latar
Belakang Permasalahan
Krisis kesehatan yang dialami
oleh Provinsi Jawa Tengah awal mulanya adalah terjadi akibat adanya lonjakan
dari kasus covid-19 yang tersebar di berbagai wilayah. Sehingga Provinsi Jawa
Tengah mengalami krisis kesehatan terutama krisis tenaga kerja dan krisis alat
medis. Sebenarnya kasus lonjakan covid-19 saat ini hampir mirip dengan kasus
lonjakan masuk gelombang kedua di berbagai negara atau bisa disebut second wave. Namun Bapak Ganjar Pranowo
masih tidak berani menyebutkan bahwa lonjakan kasus yang terjadi kali ini
merupakan gelombang kedua covid-19.
Lonjakan kasus covid-19 di
Provinsi Jawa Tengah sendiri pada mulanya berawal dari kota Kudus. Penyebaran
virus yang pada awalnya sempat terkendali, menjadi berkembang pesat sejak satu
bulan terakhir. Yang semula banyak daerah sudah berzona orange, namun akibat
dari lonjakan kasus Kudus menjadikan banyak daerah menjadi zona merah kembali.
Setelah ditelusuri, ternyata di daerah Kudus terdapat kasus dengan jenis varian
baru yaitu B.1.617 atau yang kerap disebut Delta. Virus covid-19 varian Delta yang berasal dari India ini
lebih ganas dan sangat cepat penyebarannya. Sehingga hal ini membuat banyak
daerah berstatus zona merah dengan cepat. Selain itu lonjakan kasus positif
covid-19 ini juga disebabkan oleh cluster penularan yang berasal dari
lingkungan keluarga karena dimungkinkan mulai tidak peduli dengan protokol
kesehatan menurut Bupati Kudus Bapak Hartopo. Lonjakan ini juga berasal dari
sikap masyarakat yang merasa aman karena sudah disuntik vaksin covid-19
sehinnga mereka dengan nyamannya berkerumun tanpa berfikir bahwa vaksin itu
tidak sepenuhnya mencegah infeksi penularan, sehingga bila masyarakat tetap
berkerumun dan bertatap wajah maka akan tetap bisa terpapar virus covid-19.
Akibat dari kasus positif
covid-19 ini yang melonjak sangat tinggi, membuat rumah sakit kembali penuh
pasien positif covid-19. Tentu saja hal ini yang menyebabkan Provinsi Jawa
Tengah mengalami krisis tenaga medis hingga alat medis. Setiap harinya kasus
positif covid-19 terus bertambah namun petugas medis hanya berjumlah sedikit
serta mereka harus bekerja keras untuk membantu penyembuhan pasien dan juga
alat medis yang digunakan tentunya pemakaiannya mengalami peningkatan, bahkan
sejumlah rumah sakit di Provinsi Jawa Tengah mengalami krisis oksigen medis.
Keadaan seperti ini juga dapat membuat petugas kesehatan berisiko tinggi
mengalami masalah kejiwaan berupa stress ringan hingga berat, karena berbagai
tekanan yang meningkat dan harus mereka hadapi (Lai, Ma, Wang, Cai, Hu, Wei,
Wu, Du, Chen, Li, Tan, Kang, Yao, Huang, Wang, Liu, Hu, 2020). Krisis oksigen
medis yang dialami oleh sejumlah rumah sakit dikarenakan oleh sulitnya
distribusi dari produsen ke rumah sakit. Sedangkan di Kudus,Jawa Tengah krisis
oksigen medis dikarenakan satu-satunya mengalami listrik, sehingga untuk bisa
memproduksi oksigen medis ini perlu membutuhkan waktu.
C.
Strategi
yang dilakukan Pemimpin Politik
Berbagai upaya dilakukan oleh
Gubernur Jawa Tengah,Bapak Ganjar Pranowo guna menekan angka kasus positif
covid-19. Beliau berusaha dengan sebaik mungkin memberikan solusi-solusi
terhadap permasalahan yang ada. Berikut merupakan beberapa strategi yang
dilakukan Bapak Ganjar Pranowo agar kondisi kesehatan Provinsi Jawa Tengah baik
kembali dan stabil :
1.
Gubernur Jawa Tengah mengambil langkah tegas,
beliau meminta 7.000 rukun tetangga (RT) yang daerahnya berstatus zona merah
untuk melakukan lockdown.
2.
Bapak Ganjar Pranowo meminta agar setiap daerah
yang berdekatan dengan daerah berstatus zona merah untuk selalu siap siaga
untuk mengantisipasi ketika terjadi lonjakan peningkatan kasus covid-19 yang
saat ini masih menyebar.
3.
Bapak Ganjar Pranowo juga membuat sebuah program
penanganan pencegahan covid-19 dengan nama “Joko Tonggo” Jateng Gayeng. Dimana
dalam program ini dibentuk Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Berbasis
Masyarakat di Tingkat RW. Joko Tonggo menjadi menari di tengah beberapa daerah
yang mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar ke pemerintah pusat. (Dinas
Kesehatan Semarang)
4.
Setiap daerah juga diminta untuk menyiapkan
tempat tidur tambahan untuk ruang intensive care unit (ICU) dan juga ruang isolasi.
5.
Bapak Ganjar juga meminta kepada setiap daerah
untuk segera melapor ke Pemerintah Provinsi Jateng bila membutuhkan bantuan,
terlebih lagi jika kapasitas rumah sakit di daerahnya telah mencapai 80%.
6.
Untuk mengatasi krisis tenaga kesehatan dan alat
medis, Bapak Ganjar bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan
Persatuan Persatuan Perawat Indonesia (PPNI). Bahkan beliau meminta bantuan
kepada sekolah dan universitas tepatnya fakultas kedokteran untuk menempatkan
anak didiknya dalam rangka membantu tenaga kesehatan.
D.
Pengelolaan
Stakeholder
Stakeholder atau pemangku kepentingan ialah semua
individu, kelompok masyarakat, lembaga, atau komunitas yang memiliki hubungan
dan kepentingan terhadap komunikasi risiko untuk penanggulangan krisis kesehatan
(KEMENKES RI,2021). Dalam kasus peningkatan positif covid-19 ini, pemerintah
pusat Indonesia berupaya membangun stakeholder sebaik mungkin dengan perangkat
daerah mulai dari Gubernur hingga perangkat daerah lainnya. Mereka semua
bersama-sama bersinergi untuk menangani kasus krisis kesehatan yang terjadi di
Provinsi Tengah. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah berusaha membangun
komunikasi dengan baik agar lonjakan kasus positif yang terjadi ini dapat
segera ditangani dengan baik.
Pengelolaan
stakeholders sendiri juga dilakukan dalam pemberdayaan masyarakat yang ikut
berperan aktif dalam kolaborasi pemerintahan. Mayarakat yang dimaksud disini
adalah, seperti kebijakan Bapak Ganjar Pranowo untuk meminta bantuan kepada
siswa dan mahasiswa Jawa Tengah yang jurusannya sesuai untuk membantu tenaga
medis yang mengalami krisis kesehatan. Keterlibatan stakeholders dalam
pemberdayaan masyarakat dilihat dari tiga tahapan, yakni tahap penyadaran,
pengkapasitasan, dan tahap pendayaan (Wrihatnolo,2007)
Tidak
hanya itu pembangunan komunikasi yang baik ini juga dilaksanakan dengan Badan
Gugus Covid-19 dan Dinas Kesehatan sebagai stakeholder. Adanya stakeholder ini
harus tetap diberikan pemahaman dan informasi secara adekuat dan stakeholder
ini sangat membantu dalam kegiatan rinci program yang ada (keep informed) (B
Budiyono, 2010).
E.
Hasil
Pengelolaan Stakeholder
Dengan
adanya bantuan dari pemerintahan pusat juga, pemerintah daerah Provinsi Jawa
Tengah dengan sigap mengadakan vaksinasi covid-19. Dinas kesehatan dan badan
gugus covid-19 Jawa Tengah juga bekerja dengan ekstra memberikan penyuluhan
serta tenaga untuk membantu pelaksanaan vaksinasi covid-19 sehingga harapannya
nanti setidaknya angka penyebaran covid-19 ini dapat sedikitnya berkurang.
Selain itu juga adanya program Joko Tonggo diharapkan dapat mengurangi angka
lonjakan. Joko Tonggo dianggap sebagai salah satu konsep percepatan pageblug
(wabah penyakit) dan menempatkan masyrakat sebagai garda terdepan bersama
dengan pemerintah untuk menghadapi penulrana covid-19 (Muh. Fajar:2021)
Jika
dilihat dari hasil pengelolaan stakeholdernya, pengelolaan ini masih belum
terlihat hasil yang cukup baik, karena kasus peningkatan angka positif covid-19
ini masih bertambah terus. Namun stakeholder masih berjuang dan berusaha dengan
baik agar lonjakan kasus ini dapat berkurang dan berhenti.
F.
Saran
Menurut
saya apa yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah sudah
sangat baik. Apalagi Bapak Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah sudah
sangat cepat tanggap dalam menghadapi permasalahan krisis kesehatan yang
diakibatkan oleh lonjakan kasus positive covid-19 ini. Terlebih lagi bagaimana
beliau telah mengambil keputusan untuk meminta bantuan universitas dari
fakultas kedokteran bahkan sekolah-sekolah untuk mengirimkan anak didiknya
membantu tenaga kesehatan yang kekurangan yang sedang mengalami kekurangan
tenaga kesehatan.
Kebijakan-kebijakan yang beliau terapkan seperti lockdown dan bahkan menempatkan daerah yang berada di sekitar zona merah dalam keadaan siaga ini sudah sangat amat tepat. saran yang dapat berikan untuk pemerintah adalah lebih gencar lagi dalam memberikan penyuluhan terkait bahaya covid-19 karena sepertinya masyarakat Jawa Tengah masih bersikap acuh terhadap pandemi ini, selain itu juga dapat memberikan penyuluhan pentingnya vaksinasi, karena masih banyak dan kurangnya wawasan masyarakat tentang bagaimana pentingnya vaksinasi covid-19 ini. Dan untuk masyarakat sendiri, seharusnya lebih ketat lagi dalam pelaksanaan penggunaan masker yang sesuai dengan prokes. Selain itu masyarakat juga harus tau bahwa pandemi ini masih benar-benar belum selesai, apalagi terdapat varian virus covid-19 baru di Kudus. Jangan sampai jika sudah melaksanakan vaksin masyarakat lantas merasa aman dan kebal dari virus covid-19.
REFERENSI
Widiyani (2020). Komunikasi Krisis Pemerintah Indonesia
Menghadapi Pandemi
Covid-19.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa
Tengah (2021). Tanggap Covid-19 Provinsi
Jawa
Tengah.
https://corona.jatengprov.go.id/
Rina, T. H., Saras, K.,
Aquartuti, T. D., Aris, W. & Joko T. A. (2020). Faktor Penyebab
Stress pada Tenaga Kesehatan dan Masyarakat
saat Pandemi Covid-19.
Alkomari (2021). Analisis Komunikasi Krisis Gubernur Jawa
Tengah Gajnar
Pranowo Menghadapi Pandemi Covid-19.
KEMENKES RI (2021). Pedoman Komunikasi Risiko Untuk
Penanggulangan Krisis
Kesehatan.
Rizka, C. & Drs. Herbasuki,
N. (2018). Collaboration of Stakeholders
of Community
Empowerment (Case Study in Wonoyoso Desa, Kecamatan
Pringapus,
Semarang District)
Budiyono, Sutopo, P. J. &
Syamsulhuda, B. M. (2010). Posisi
Stakeholder dan Strategi
Advokasi Kibbla Kabupaten/Kota di Jawa
Tengah.
https://jurnal.ugm.ac.id/jmpk/article/view/2630/2355
Muh. Fajar, S,. (2021). “Joko Tonggo” Egektivitas Kearifan Lokal;
Solusi Pandemi
Covid-19.
Komentar
Posting Komentar